Tata Cara Shalat Maghrib Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Tinggalkan komentar

Hanya dalam bentuk poin poin saja, penjelasan lebih lanjut nunggu waktu luang. hehehe.

1. Niat di dalam hati

Niat adalah syarat sah shalat atau rukun shalat. (dapat dilihat di surat al-Bayyinah: 5 dan hadits “innama a’malu biniyyaat…”)

Apakah niat diucapkan ? tidak, karena Rasulullah tidak pernah mengucapkan niat. Mengikuti sunnah nabi lebih utama.”Jika Rasulullah memulai shalat, beliau bertakbir kemudian membaca: ‘wajahtu wajhiya….'” diriwayatkan oleh Imam Muslim.

2. Mengangkat Kedua Tangan sebelum, bersamaan, atau sesudah Takbiratul Ihram

“Kunci (perbuatan yang mengawali) shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya (untuk melakukan aktivitas lain) adalah mengucapkan takbir, dan yang menghalalkannya adalah salam” Diriwayatkan oleh Abu Ddawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim. dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi.

Kemudian di dalam hadits yang menjelaskan orang yang tidak melaksanakan shalatnya dengan baik (benar) disebutkan : “Sesungguhnya tidak sah shalat seseorang hingga ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, Lagi

Do’a Do’a Sehari-Hari, Kayak Masih Kecil dulu, hehehe…

Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum. Ya, barusan ana tadi berjalan jalan dari sebuah plaza di kota ana, kemudian, ana ke toko buku ya, hehe. Ana membeli buku kumpulan do’a do’a, tapi gak pake gambar lho ya ^-^. Sebuah kitab sederhana yang begitu bermanfaat bagi ana dan kita semua kaum muslimin untuk berittiba’ kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Yang judul aslinya “Hisnul-Muslim Min Adzkaril-Kitab Was-Sunnah” karya Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.

yang judulnya diterjemahkan dalam Indonesia, entah benar atau tidak, menjadi “Do’a & Dzikir Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam” yang diterbitkan oleh Maktabah Al-Hanif. Kitab ini berisi mengenai ya sesuai judulnya ya, yaitu do’a dan dzikir nabi.

Kitab ini berisikan do’a do’a yang diambil dari hadits shahih ya, ya meski ada sedikit hadits dlo’if, tapi tidak mengurangi kemuliaan kitab ini. nanti ketika ana kurang sibuk, insya Allah ana upload 132 / 13 = 10 sisa 2 do’a per postingan. Insya Allahu Ta’ala.

Keutamaan Ilmu

Tinggalkan komentar

Pertama :
Ilmu Meningkatkan derajat

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Allah akan mengangkat kedorang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11).

Al Hafizh menjelaskan, “Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah : Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari, 1/172). Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya, “Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki.” (QS. Yusuf [12] : 76). Zaid mengatakan, “Yaitu dengan sebab ilmu.” (Fathul Bari, 1/172).

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya sebuah riwayat dari Abu Thufail Amir bin Watsilah yang menceritakan bahwa Nafi’ bin Abdul Harits pernah bertemu dengan Umar bin Khattab di ‘Isfan (nama sebuah tempat, pen). Ketika itu Umar mengangkatnya sebagai gubernur Mekah. Umar pun berkata kepadanya, “Siapakah orang yang kamu serahi urusan untuk memimpin penduduk lembah itu?”. Dia mengatakan, “Orang yang saya angkat sebagai pemimpin mereka adalah Ibnu Abza; salah seorang bekas budak kami.” Maka Umar mengatakan, “Apakah kamu mengangkat seorang bekas budak untuk memimpin mereka?”. Dia pun menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dia adalah orang yang pandai memahami Kitabullah, mendalami ilmu waris, dan juga seorang hakim.” Umar radhiyallahu’anhu menimpali ucapannya, “Adapun Nabi kalian, sesungguhnya dia memang pernah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sekelompok orang dengan sebab Kitab ini, dan akan merendahkan sebagian lainnya karena kitab ini pula.’ (HR. Muslim).

Kedua :
Nabi diperintahkan untuk berdoa untuk mendapatkan tambahan ilmu

Di dalam Kitabul Ilmi Bukhari membawakan sebuah ayat yang artinya, “Wahai Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha [20] : 114). Kemudian Al Hafizh menjelaskan, “Ucapan beliau : Firman-Nya ‘azza wa jalla, ‘Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu’. Memiliki penunjukan yang sangat jelas terhadap keutamaan ilmu. Sebab Allah ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan untuk apapun kecuali tambahan ilmu. Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu syar’i; yang dengan ilmu itu akan diketahui kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mukallaf untuk menjalankan ajaran agamanya dalam hal ibadah ataupun muamalahnya, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, dan hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, menyucikan-Nya dari segenap sifat tercela dan kekurangan. Dan poros semua ilmu tersebut ada pada ilmu tafsir, hadits dan fiqih…” (Fathul Bari, 1/172).

Ketiga :
Perintah bertanya kepada ahli ilmu

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci memerintahkan untuk bertanya kepada mereka (ahli ilmu) dan merujuk kepada pendapat-pendapat mereka. Allah juga menjadikannya sebagaimana layaknya persaksian dari mereka. Allah berfirman yang artinya, “Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu kecuali para lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka : bertanyalah kepada ahli dzikir apabila kalian tidak mempunyai ilmu.’ (QS. An Nahl [16] : 43). Sehingga makna ahli dzikir adalah ahli ilmu yang memahami wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi.” (Al ‘Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, hal. 24).

Keempat : Lagi

‘Aqidah ath-Thahawiyah

Tinggalkan komentar

Poin 1 : Allah itu Esa.

al-Ikhlas 1 :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Poin 2 : Tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah

poin 3 : tidak ada satu pun yang sanggup melemahkan Allah

fathir 44:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesung- guhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Yusuf 21:
وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِن مِّصْرَ لاِمْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَى أَن يَنفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَكَذَلِكَ مَكَّنِّا لِيُوسُفَ فِي الأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِن تَأْوِيلِ الأَحَادِيثِ وَاللّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

Lagi