Gua Ashabul Kahfi : Dimana ya ?

3 Komentar

Kisah tentang para pemuda kahi bukan sesuatu yang asing bagi umat Islam. Namun dimanakah letak gua tersebut ?

Teka-teki dimana letak gua ashabul kahfi, menarik para ilmuan untuk melakukan penelitian. Paling tidak ada 33 lokasi yang diklaim sebagai gua tadi. Dan sedikitnya sudah ada 104 penelitian mengenai masalah ini. Yang paling disoroti dari berbagai situs tersebut adalah gua yang berada di Yordan. Tepatnya di wilayah ar-Rahib, berada di 1,5 km timur kota Abu Alanda. Situs bersejarah ini sendiri dikenal dengan nama ar-Raqim. Seorang arkeolog, Dr. Muhammad Wahib berkesimpulan bahwa gua yang berada di situs bersejarah ar-Raqim adalah gua tempat Ashab Al Kahfi bersembunyi.

Beberapa bukti yang mendukung situs ar-Raqim ini tempat persembunyian Ashab Al Kahfi, a Lagi

Ka’ab bin Malik dan Buah Kejujuran

Tinggalkan komentar

Ka’ab bin Malik adalah salah seorang sahabat Nabi yang mendapat anugerah Allah berupa kepiawaian dalam bersyair dan berjidal. Syair-syairnya banyak bertemakan peperangan. Kemampuan sebagai penyair ini, mengantarkannya menduduki posisi khusus di sisi Nabi, selain dua sahabat yang lain, Lagi

Kajian Islam Remaja : Pemuda yang Berbahagia

Tinggalkan komentar

RAih kesempatan besar untuk mendapatkan Surga!!!!!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang menempuh sebuah jalan dalam rangka untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkan ilmu agama kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)Maka dari hadits ini kita bisa mengambil kesimpulan, seseorang yang tidak Allah berikan pemahaman agama kepadanya maka ini merupakan tanda Allah tidak menginginkan kebaikan kepadanya, dan sebaliknya seorang yang paham dengan agama Allah merupakan tanda kebaikan pada dirinya.

Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu secara langsung dari hati hamba-hambanya akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika Allah tidak lagi menyisakan ulama, jadilah manusia mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh sebagai ulama, mereka bertanya kepadanya dan ia pun menjawab tanpa ilmu sehingga ia sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam besar kaum muslimin, Imam Al-Bukhari berkata, “Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali”, Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19)

Kajian REmaja ini Insya ALlah akan dielenggarakan pada 28 November 2010, di masjid al-Ukhuwah Perumahan Bendul Merisi Utara 5/15 Surabaya pukul 08.00 sampai sebelum ashar.

Infaq : 15.000 mendapat makan siang, majalah adz-dzakirah dan CD kajian. Pendaftaran melalui sms, dengan format :

Nama alamat nomor HP

kemudian dikirim ke 085746242714 untuk Putra, dan 081511784183, 085730200053 untuk Putri.

Mari raih Keutamaan, Mari Meraih Surga dengan menuntut ilmu agama.
🙂

Sakit. . .

Tinggalkan komentar

Seorang temanku, anggap saja namanya Koala, berkata kepadaku “lho arek iki isok loro barang” atau artinya “lho ni anak bisa sakit pula” haha. . .

Ya itu adalah fitrah manusia, bisa sakit, bisa kena sihir, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keduanya. Itu adalah sebuah kewajaran. 🙂

Menjaga Lisan Agar Selalu Berbicara Baik :)

Tinggalkan komentar

Posting ini adalah sebuah posting lanjutan dari posting yang lalu, kalau ndak salah judulnya, “Nikmat Bertutur kata dan berbicara” Dan sekarang kita mengulas bagaimana cara dan upaya untuk menjaga lisan agar selalu berbicara baik, kenapa kita bahas ? Allah Subahanhu wa ta’ala berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab : 70-71)

Dan Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan jangan pula sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lainnya, sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu akan merasa jijik terhadapnya, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (al-Hujurat :12)

Dan Allah berfirman pula :

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lainnya disebelah kiri, tiada satu perkataanpun yang diucapkannya melainkan disisinya ada malaikat yang siap mengawasi.” (Qaaf: 16-18)

Dan Allah berfirman :

“Dan orang orang yang menyakiti orang orang mu’min dan mu’minah tanpa kesalahan yang mereka lakukan, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (al-Ahzab : 58)

Dalam Shahih Muslim, hadits nomor 2589 Lagi

Guyonan Para ‘Ulama

Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Haha… Mau tidak mau, di pandangan masyarakat umumnya, khususnya siswa, seorang ‘ulama adalah orang yang tidak bisa diajak bercanda atau bercanda. Ternyata tidak, para ‘ulama pun bisa bercanda, tentunya tidak sembarangan, canda mereka bermutu. dan saya akan memberi 1 dulu contoh mengenai canda mereka :

  • Dari Mujahid diriwayatkan bahwa suatu saat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berkumpul bersama para sahabat beliau. Tiba-tiba beliau mencium bau tidak sedap. Beliau berkata, “Orang yang mengeluarkan angin busuk ini, coba berdiri dan berwudhu.” Tentu saja, orang tersebut malu. Beliau mengulangi perintahnya, “Orang yang mengeluarkan angin busuk ini, coba berdiri dan berwudhu.” kemudian Abbas berkata,”Hai, apa tidak sebaiknya kita berdiri semua saja ?” Merekapun semuanya berdiri, dan berwudhu.

Kepada saudara-saudariku para du’at…

Tinggalkan komentar

  • Yaa ikhwan wa akhwati, telah sampai kepada kita…
  • kewajiban untuk berdakwah, di atas ‘ilmu dan cara yang sesuai sunnah…
  • Yaa ikhwan wa akhwati, kenapa engkau tersibukkan dengan isbal, jilbab, dan had…
  • sesungguhnya kaum munafik bisa melakukan itu yaa akhwat wa ikhwan…
  • “Lalu, apa beda kita dan kaum munafik ?” kata seorang ikhwan…
  • yaa akhi yaa ukhti… sesungguhnya amalan batin lah yang membedakan kita dan mereka
  1. Yaa akhi yaa ukhti, jangan antum bersu’uzhon kepada ana dahulu…
  2. Ana tidak menafikan pentingnya had, jilbab, isbal, dan lain-lain yaa ukh…
  3. Tapi bukankah ada perkara yang lebih penting, sangaaat jauh…
  4. Amalan bathin yaa akhi… yaa ukh…
  5. Apakah Allah meridhoi had didirikan, jibab dilaksanakan, tetapi mereka sembah kubur ?
  6. Apakah Allah meridhoi had didirikan, potong tangan dilaksanakan, tapi masyarakat cela Sahabat Nabimu ?
  7. Yaa akhi yaa ukhti pikirkan sebelum tidurmu, di waktu luangmu…
  8. Sebelum mereka benar-benar berada di atas tauhid yang lurus…
  9. adakah yang bisa menjamin mereka bisa menikmati surga yang mengalir sungai madu ?
  10. Apakah diterapkannya had dan mereka tidak isbal akan memasukkan mereka ke surga firdaus
  11. ketika mereka meyakini bahwa Al-qur’an itu makhluq ?
  12. Apakah menurunnya tingkat korupsi dapat membuat mereka terhindar dari neraka ketika itu
  13. mereka mati dalam menyekutukan Allah yang Satu ?
  • Ketika diri tersibuk dengan sesuatu yang fardhu kifayah…
  • dan terlalaikan dari kewajiban utama…
  • ketika itu kita merasa mengadakan perbaikan…
  • tapi sungguh kita telah juga mengadakan kerusakan…
  • kita biarkan kesyirikan merajalela…
  • pemahaman filsafat merusak orang-orang dari ‘aqidah ash-shahihah…
  • pemikiran barat menghindarkan orang dari jalan para sahabat dalam beragama
  • dan itu semua kita toleransi begitu saja ?
  • hanya karena untuk mendirikan negara islamiyah ?
  • mustahil para du’at !
  • tidak akan berdiri khilafah…
  • tanpa tauhid yang benar…
  • tanpa pemahaman masyarakat ketika dulu Rasulullah…
  • mendirikan khilafah di Madinah…
  1. Yaa akhi ukhti, ana bukan untuk mengadu…
  2. atau memberikan pemahaman rancu…
  3. ana hanya mengajak merenung…
  4. berpikir dan ruju’ ke pemahaman yang satu…
  5. pemahaman yang diridhoi Allah yang Satu…
  6. yang akan menjadikan Umat Satu
  7. yaitu pemahaman yang terhindar dari distorsi pemahaman baru…
  8. yaitu pemahaman para sahabat Nabimu…
  9. yang begitu setia menemaninya di kala apapun…
  10. yang berkorban dengan harta dan jiwanya sekalipun…
  11. Dan mereka ridho terhadap Allah dan Allah ridho terhadap mereka itu…
  12. dan ada yang dijamin masuk dalam surga Tuhanmu…
  • Dan kita masih memilih jalan jalan…
  • yang diusung oleh orang orang yang begitu semangat tanpa peduli koridor syari’at…
  • hingga menyelisihi prinsip para sahabat bahkan Nabi Muhammad…
  • dalam berdakwah atau dalam pemahaman yang mendasar…
  • yaa akhi yaa ukhi aku harap…
  • kita kembali ruju’ ke pemahaman yang satu dan menyatukan umat…
  • yaitu yaa ukh yaa akh…
  • pemahaman para sahabat… 🙂

Older Entries