Mengenal Ibunda Kaum Mukminin, Khadijah binti Khuwailid (KRIR : 1.1)

1 Komentar

Dia adalah ummul mukminin (ibunya orang-orang beriman) dan perempuan yang paling mulia sepanjang masa. Julukannya Ummul Qasim, binti Khuwailid bin Asad bin Abul ‘Uzza bin Qushay bin Kilab al-Qurasyiyyah (wanita Quraisy) al-Asadiyah (wanita suku Asad). Ibunda bagi putra-putri Rasulullah dan sosok yang paling pertama mengimani dan membenarkan kenabiannya sebelum yang lain.

Keutamaannya tidak terhingga. Dia adalah sosok perempuan yang  begitu sempurna. Cerdas, terhormat, mulia, dan tercatat sebagai penghuni surga. Rasulullah senantiasa memujinya dan mengutamakannya di antara ummul mukminin yang lain. Beliau sangat mengagumi sosoknya. Hal ini terlihat dari ucapan Aisyah : Tidak ada yang aku cemburui dari perempuan seperti aku cemburu kepada Khadijah, karena Rasulullah begitu sering menyebut namanya. [1]

Di antara keutamaan Khadijah bagi Rasulullah adalah beliau shalallahu’alaihiwassalam belum pernah menikah sebelum menikah dengannya. Di samping itu Khadijahlah yang banyak memberi keturunan bagi Rasulullah. Beliau tidak pernah menikahi wanita lain selama Khadijah masih hidup, beliau juga tidak pernah mengambil budak hingga akhir hayatnya, beliau sangat kehilangan dengan kepergian Khadijah menghadap sang Khaliq, karena dia adalah pendamping terbaik yang pernah beliau miliki. Khadijah menyerahkan harta kekayaannya kepada beliau untuk kesuksesan dakwah yang beliau lakukan, sebaliknya beliau pun rela melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk menjalankan perniagaan yang dimiliki oleh Khadijah.

Menurut Zubair bin Bakar, pada masa jahiliyah, Khadijah dijuluki oleh masyarakat dengan julukan “Si perempuan suci”. Ibunya bernama Fatimah binti Za’idah al-‘Amiriyah.

Khadijah sebelumnya telah menikah dengan Abu Halah bin Zirarah at-Tamimy, lalu menikah lagi dengan ‘Atiq bin ‘Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum, baru kemudian menikah dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau menjalani bahtera rumah tangga dengannya selama 25 tahun. Usia beliau terpaut 15 tahun lebih muda dibanding Khadijah. [2]

Khadijah dilahirkan di Ummul Qura kira-kira 15 tahun sebelum Tahun Gajah.

——————–footnote——–

1. Hadits shahih diriwayatkan oleh al-Bukhari (3817) di al-Manaaqib, Bab Tazwij an-Nabiy Shalallahu ‘alaihi wassalam Khadijah wa Fadhluha radhiyallahu ‘anha. Diriwayatkan juga oleh Muslim (2435) di Fadhaa’il as-Shahaabah, bab Min Fadhaa’il Khadiijah Ummu al-Mu’minin radhiyallahu ‘anha.

2.Siyar a’lam Nubala, al-Imam adz-dzahabi, juz II, halaman 109-111 dengan sedikit penyesuaian redaksi.

Iklan

Pemeluk Bintang : Khadijah binti Khuwailid (KRIR : 1.Opening)

Tinggalkan komentar

Bintang yang paling pertama di antara sekelompok bintang yang menghiasi kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah sosok perempuan yang merupakan simbol kesucian, kehormatan, dan ketakwaan. Dia adalah bunga yang wanginya tersebar luas ke seantero dunia, yang diliputi oleh keimanan dan pengorbanan. Lagi